Jumat, 11 Mei 2012

Spesifikasi Lampu


Kita bisa menggunakan lampu apa saja untuk menerangi aquascape kita. Hanya saja ada beberapa spesifikasi yang harus diperhatikan agar bisa digunakan di aquascape yaitu :
Kelvin
Kelvin merupakan temperatur warna dari sebuah lampu. Satuan kelvin diambil dari pemanasan sebuah karbon dimana karbon berwarna merah di suhu 3000 kelvin, berwarna putih kebiru-biruan di suhu 9000 kelvin.
Lampu yang cocok untuk aquascape adalah lampu berwarna putih yang umumnya disebut "daylight" berkisar diantara 5000 kelvin - 9000 kelvin. Dibawah 5000 kelvin, maka lampu akan berwarna kemerahan, dan diatas 10.000 kelvin maka lampu akan berwarna kebiru-biruan.
Lumens
Berkaitan dengan topik aquascape, maka lumens bisa dijelaskan sebagai kekuatan cahaya lampu menerobos air. Semakin besar lumens sebuah lampu, maka semakin dalam cahaya lampu tersebut menembus kedalam aquarium. Aquarium dengan kedalaman 50cm membutuhkan lampu dengan lumens lebih sedikit dibandingkan aquarium dengan kedalaman 70cm.

 

 

Kamis, 12 April 2012

Fungsi Filter


FILTER (PENYARING)

Filter merupakan suatu alat yang digunakan untuk menyaring benda-benda tertentu yang tidak dikehendaki dan meloloskan benda lain yang dikehendaki. Dalam sistem akuarium benda-benda yang tidak dikehendaki tersebut diantaranya adalah:  amonia, bahan padatan, residu organik, dan bahan kimia lainnya. 

 

FUNGSI FILTER

Jumlah air dalam tangki Aquarium adalah seperti genangan air yang ada di alam. Karena sejumlah besar tanaman air dan ikan ditempatkan sedemikian rupa dalam sebuah akuarium kecil, untuk memenuhi keseimbangan ekosistem seperti yang terjadi di alam, maka air harus dimurnikan  secara artifisial.  Untuk alasan inilah diperlukan sebuah alat yang disebut filter sebagai komponen pelengkap pada setiap akuarium. Sebuah sistem filtrasi / penyaringan yang akan melakukan pekerjaan ini. Meskipun buatan, sistem filtrasi yang ideal untuk aquascape adalah jenis yang memanfaatkan mekanisme yang juga terjadi di alam di mana mikroorganisme dapat bekerja  dengan efektif.
Penyaringan yang terjadi di filter sebagian besar dibagi menjadi tiga jenis berikut. Yang pertama adalah filtrasi mekanis yang menangkap partikel yang relatif besar dengan media filter halus. Yang kedua adalah filtrasi kimia (penyaringan adsorpsi) dimana zat (ukurannya relatif sangat kecil) yang melekat pada permukaan media filter akan disaring oleh pori-pori yang lebih halus untuk kemudian dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Yang ketiga adalah filtrasi biologi yang mengurai bahan organik dalam air dengan bantuan berbagai mikroorganisme yang terdapat didalam media filter. Apakah aquascape yang anda pelihara akan dapat bertahan atau tidak tergantung pada seberapa baik ini fungsi filter biologi.
Inilah penjelasan lebih detail mengenai fungsi filter dan cara kerja yang terjadi :
  1. Filter Mekanis
    Hampir semua jenis filter yang digunakan berfungsi sebagai filter mekanis, yakni bertujuan untuk menyaring atau menangkap kotoran-kotoran yang mengalir melalui media filter. Semakin 'rapat' media filter, misalnya filter wool, semakin banyak kotoran yang dapat disaring, termasuk kotoran yang berbentuk halus. Namun konsekuensinya, media filter tersebut cepat tersumbat (ditandai dengan semakin perlahannya arus air). Jadi, media filter harus dibersihkan secara teratur agar fungsi filter tetap bekerja dengan baik.
  2. Filter Biologis
    'Dengan filter biologis berarti kita menyediakan tempat bagi pertumbuhan bakteri untuk mengurai amonia dan nitrit yang berbahaya bagi kehidupan ikan menjadi nitrat yang lebih tidak berbahaya. Bakteri pengurai tersebut sebenarnya juga tumbuh di dalam aquarium, seperti di pasir, batu-batuan, dan bahkan tanaman air. Akan tetapi jumlah ini tidak cukup untuk mengurai amonia dan ditrit yang terbentuk di dalam aquarium. Oleh karena itu harus disediakan tempat yang lebih besar bagi pertumbuhannya, yakni di dalam media filter.
    Mengingat bakteri pengurai tersebut membutuhkan banyak oksigen untuk kehidupan dan pertumbuhannya, maka tersedianya oksigen sepanjang waktu adalah mutlak. Hal ini dapat tercapai bila :
    • Arus air yang melalui media filter cukup kuat, sehingga oksigen dapat berjumlah banyak.
    • Menggunakan media filter yang banyak rongga dan tidak cepat tersumbat, misalnya bioball
  3. Filter Kimiawi
    Filter ini fungsi utamanya bukan untuk menyaring kotoran, tetapi untuk membuat kualitas air aquarium menjadi seperti yang kita inginkan.
    Contoh media filter kimiawi :
    • Karbon aktif
    • Peat (humus)
    • Ion Exchange Resin (IER)
    • Reverse Osmosis
    • Ultra Violet
    • Manganese Green Sand
    • Pasir Aktif
    • Zeolit
    • Dan lainnya

Selasa, 10 April 2012

Jenis Pupuk Aquascape


Pupuk Cair (Liquid Fertilizer)
Pupuk cair perlu diberikan dalam periode harian atau mingguan, krn kandungannya mudah teroksidasi dalam aquascape. sekali teroksidasi, unsur2 yg terkandung tersebut tdk dpt dimanfaatkan lagi oleh tanaman. Penggunaan pupuk cair adalah cara yang paling nyaman untuk melengkapi akuarium dengan nutrisi. Meskipun berbagai pupuk cair tersedia akhir-akhir ini, pupuk yang mengandung nitrogen dan fosfat memerlukan perhatian ekstra. Asam nitrat (NO3) dan fosfat (PO4), yang berasal dari limbah ikan maupun makanan sisa biasanya sudah tersedia di akuarium. Meskipun unsur-unsur ini biasanya juga diserap oleh tanaman air, dalam jumlah yang berlebihan dapat mendorong ganggang (alga) berkembang cepat. Oleh karena itu, jenis pupuk cair yang tidak mengandung nitrogen dan fosfor sebenarnya lebih cocok untuk pemakaian pada akuarium dalam kondisi normal, kecuali bila memang tidak ada ikan di akuarium atau tanaman air tumbuh sangat rapat sehingga kadar nitrogen dan fosfor dalam akuarium sangat rendah.

Pupuk Dasar (Solid Fertilizer)
Tipe lain dari pupuk sering digunakan selain pupuk cair adalah pupuk padat yang dicampurkan ke dalam soil. Fungsinya adalah memberikan nutrisi dasar pada awal pembentukan ekosistem. Namun, pupuk padat yang dicampurkan ke dalam soil ini pada umunya kehilangan efektivitas dalam waktu sekitar satu tahun.
Melengkapi substrat dengan nutrisi semacam ini sangat efektif untuk tanaman dengan sistem akar yang kuat, seperti Cryptocoryne dan Echinodorus.
Pupuk Tancap (Stick Fertilizer)
Apabila kita ingin menggunakan pupuk yang bisa dijadwalkan penambahannya, sebenarnya substrat dapat dilengkapi dengan nutrisi dengan memasukkan pupuk tancap. Pupuk tancap adalah jenis pupuk padat yang bentuknya berupa batang. Permukaan batang ini dilapisi dengan elemen yang setelah dimasukkan ke dalam substrat akan melepaskan nutrisi secara perlahan-lahan untuk kemudian diserap oleh akar tanaman air. Selain itu, sangat penting untuk memasukkan jenis pupuk  padat jauh ke dalam pasir. Jika pupuk padat ini ditempatkan dangkal  atau mengambang dalam air, nutrisi justru akan tersebar dan menyebabkan kondisi air terlihat keruh atau lebih parah lagi justru akan membantu ganggang / alga berkembang lebih cepat.

Manfaat Pupuk untuk Aquascape


Tabel dibawah ini akan menunjukkan manfaat yang dihasilkan oleh beberapa mineral pendukung yang terkandung dalam pupuk.

Mineral
Kegunaan ( Membantu proses )
Nitrogen (Nitrogen)
  Sintesa asam amino dan protein.
Fosfor (Phosphorus)
  Keseimbangan Energi.
Belerang (Sulfur)
  Sintesa asam amino dan protein, enzim dan koenzim.
Potasium (Potassium)
  Pengaktif enzim, osmosis.
Kalsium (Calcium)
  Metabolisme dan membantu reaksi enzim.
Magnesium (Magnesium)
  Pengaktif enzim, komponen klorofil, transportasi ion.
Besi (Iron)
  Sistem enzim dan sintesa klorofil.
Tembaga (Copper)
  Proses fotosintesis, metabolisme protein, distribusi karbohidrat, dan
  menjaga kesimbangan air.
Mangan (Manganese)
  Reaksi enzim dan fotosintesis.
Seng (Zinc)
  Pengaktif enzim.
Boron (Boron)
  Pertumbuhan, dan kebutuhan dari kalsium.
Molybdenum (Molybdenum)
  Kebutuhan dari nitrat.
Vanadium (Vanadium)
  Sistem enzim dan pelepasan mineral.

 

TABEL GEJALA AKIBAT KEKURANGAN MINERAL PADA TANAMAN AIR    
   
Kekurangan Mineral
Gejala
Nitrogen (Nitrogen)
  Daun berubah menjadi kuning (chlorosis).
Fosfor (Phosphorus)
  Kehilangan daun pada pertumbuhan awal.
Belerang (Sulfur)
  Bermasalah dengan pertumbuhan, tanaman berubah menjadi kuning.
Potasium (Potassium)
  Ujung daun dan sisi (tepi) daun berwarna kuning.
Kalsium (Calcium)
  Bagian-bagian tanaman tumbuh tidak sempurna.
Magnesium (Magnesium)
  Chlorosis, warna memudar, daun rontok.
Besi (Iron)
  Daun berubah menjadi kuning.
Tembaga (Copper)
  Pertumbuhan yang tidak sempurna, cepat layu, daun mengisutkan.
Mangan (Manganese)
  Jaringan urat antara daun akan mati.
Seng (Zinc)
  Urat daun akan berwarna kekuningan, pertumbuhan batang dan daun
  yang tidak sempurna, pertumbuhan yang terhambat.
Boron (Boron)
  Daun muda tampak menutup.
Molybdenum (Molybdenum)
  Bintik kuning pada urat daun.
Vanadium (Vanadium)
  Pertumbuhan terhambat.

Pupuk (Fertilizer)


Seperti yang sering kita jumpai, tanaman darat sering didorong untuk tumbuh dengan pupuk, mereka bukan hanya bisa tumbuh jika mereka menerima cahaya yang cukup dan kelembaban tetapi juga membutuhkan nutrisi pendukung yang terkandung di dalam pupuk. Hal yang sama berlaku dengan tanaman air. Pertama kita harus menciptakan lingkungan untuk tumbuh mereka dalam akuarium. Nutrisi menjadi penting hanya ketika berbagai persyaratan, seperti substrat, pencahayaan, filtrasi, suhu air, dan penambahan CO2, telah dipenuhi.
Jika nutrisi ditambahkan secara membabi-buta ke akuarium pada tahap awal, tanaman air tidak dapat menyerap nutrisi-nutrisi ini sehingga justru alga akan berkembang biak karena kelebihan gizi dalam air.
Jika kita menyediakan kondisi pertumbuhan yang cukup untuk tanaman air di tahap awal dan kemudian didukung dengan suplemen dengan nutrisi yang tepat, barulah tanaman air akan tumbuh dengan baik.
Tanaman air membutuhkan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, dan juga elemen pendukung seperti zat besi. Walaupun nitrogen dan fosfat diperlukan dalam jumlah besar, nutrisi ini cenderung sudah tersedia dan seringkali kadarnya berlebihan dalam akuarium karena mereka timbul dari limbah ikan dan pakan ikan.
Ada dua macam pupuk yang bisa kita gunakan disini, yaitu pupuk yang berwujud cair dan pupuk dasar (padat).